Viral Kelompok Pelajar Aniaya Perempuan di Tapsel: Orangtua Minta Maaf

TAPSEL, METRODAILY – Video sekelempok pelajar berpakaian pramuka melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan, viral di media sosial, sejak Sabtu (19/11/2022) kemarin.

Belakangan, diketahui peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Gunungtua-Psp, Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)

Dalam video itu, kelompok pelajar tersebut terlihat mencegat perempuan yang belakangan diketahui sebagai ODGJ. Salah satu dari mereka, kemudian menendang bagian perut perempuan itu, dan tubuhnya terpelanting. Perempuan yang meringis kesakitan dan berbalik arah itu, lantas mereka kompak tertawa.

Polisi dari Polres Tapsel lekas bergerak. Delapan pelajar itu diamankan dari kediaman mereka di salah satu desa di Kecamatan Angkola Timur.

Kapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni menerangkan, setelah video viral itu mereka langsung bergerak melacak dan mengamankan para pelaku anak itu. Ada 6 anak yang menjadi pelaku penganiayaan.

Tindakan terhadap pelaku anak-anak ini, kata Kapolres, akan ditangani bersama dengan Balai Permasyarakat (Bapas) Kelas II Sibolga. Dan jadwal untuk pemeriksaan telah ditetapkan pada Selasa (22/11/2022).

“Kita berkoordinasi juga dengan badan perlindungan anak. Sekolahnya juga sudah kita panggil, dan koordinasi juga ke Cabang Dinas Pendidikan Padangsidimpuan yang menangani sekolah SMK. Jadi, kepala sekolahnya tadi juga sudah datang dan berjanji akan memberikan pembinaan bagi anak-anak ini. Karena pemeriksaan dengan Bapas itu baru Selasa (22/11/2022) besok. Kita berikan kepada orangtua untuk pembinaan sementara, besok Senin mereka juga bisa sekolah,” jelas AKBP Imam, Minggu (20/11).

Orangtua Pelaku Menyesal

Berada di Kantor Kepala Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur. Di hadapan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, pada Sabtu (19/11/2022) malam. Para orangtua pelaku penganiayaan itu mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatan anak mereka.

“Kami orangtua dari anak-anak kami yang telah menyalahi dan membuat resah. Kami sangat menyesal atas perbuatan anak-anak kami. Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah dirugikan,” kata perwakilan orangtua tersebut. (san)

Leave a Comment