Soal Viral Es Teh Indonesia Somasi Pelanggan, Wewenang BPOM atau Kemenkes?

Jakarta

Esteh Indonesia belakangan melayangkan somasi kepada pelanggan, buntut protes konsumen yang menyebut produknya terlalu manis bak mengandung 3 kilogram gula. Kementerian Kesehatan RI menyebut pengawasan ketentuan makanan maupun minuman siap saji berada di ranah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

Namun, pihaknya, meminta agar produsen patuh terhadap ketentuan tersebut. Berdasarkan Permenkes 30/2013, aturan nilai gizi seperti kandungan lemak hingga gula harus tertera pada iklan dan promosi media lainnya seperti leaflet, brosur, buku menu, dan media lainnya.

“Pengawasan makanan dan minuman kepentingan BPOM RI merujuk ke aturan yang ada,” tutur dr Nadia saat dihubungi detikcom Senin (26/9/2022).

dr Nadia belum menanggapi lebih lanjut apakah akan ikut mendorong memperketat aturan pencantuman label gizi pada minuman berpemanis. Sementara pakar epidemiologi FKM UI Pandu Riono sebelumnya mewanti-wanti aturan yang dibuat diawasi dengan ketat.

“Ngeributin konsumsi gula pada penduduk, ya perlu ngatur yang benar. Regulasi yang diterapkan bukan sekedar di atas kertas,” pesan Pandu.

Usai viral konsumen Esteh Indonesia disomasi, petisi terkait cukai minuman berpemanis juga kembali disorot. Dalam petisi yang diunggah change.org bertajuk ‘Diabetes dan Obesitas Mengintai: Lindungi Masyarakat dari Bahaya Minuman Berpemanis’ lebih dari 7.500 ditargetkan untuk menandatangani petisi, hingga pukul 08:15 WIB sudah ada 6.784 orang yang menandatangani petisi tersebut.

detikcom sudah berupaya menghubungi BPOM RI terkait kebijakan label minuman berpemanis, tetapi Kepala BPOM RI Penny K Lukito dan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI, Rita Endang belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Simak Video “Duduk Perkara hingga Es Teh Indonesia Somasi Pelanggan
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)


Leave a Comment