Pedagang Ponsel Mulai Ramai-ramai Naikkan Harga HP

BANJARMASIN – Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menyentuh bisnis ponsel. Betapa tidak, kenaikan harga BBM juga membuat harga ponsel semakin terkerek. Menurut penuturan sejumlah pedagang ponsel, kenaikan harga ponsel berada dikisaran 10 persen.

Yusda, pemilik sebuah gerai ponsel di Banjarmasin tak menampik kenaikan harga ponsel tersebut. “Harga BBM naik, terpaksa kami juga menyesuaikan harga jual ponsel. Ponsel stok lama bahkan mau tak mau juga harus dinaikan harga jualnya supaya modal kami tidak tergerus,” ujarnya.

Yusda mencontohkan harga ponsel merk Samsung yang berada di kisaran Rp2,5 jutaan per unit, kini dijualnya mulai Rp2,8 juta hingga Rp3 jutaan per unit. “Kalau yang lebih canggih, tentu harganya lebih mahal. Saya naikkan sampai 10 persen dari harga awal,” paparnya.

Selain ponsel, kenaikan harga juga diterapkan pada aksesoris ponsel. Misalnya, headset yang tadinya berada di kisaran Rp15 ribuan per unit, menjadi Rp20 ribuan per unit.

FAVE-HOTEL-NACHOS

Softcase silikon mulai Rp12 ribuan, kini naik jadi Rp18 ribuan per unit. “Kenaikan harga ini cukup berdampak terhadap angka penjualan ke konsumen. Namun, saya optimistis konsumen bisa mengerti dengan kondisi ini,” urainya.

Di sisi lain, Diah, salah satu warga Banjarmasin menyatakan harus mengurungkan niat membeli ponsel baru. “Sekarang harga BBM naik, jadi pengeluaran juga lebih besar. Untuk sementara, beli ponsel baru ditunda dulu, lebih prioritas beli kebutuhan pokok dulu,” tuturnya.(oza)

BANJARMASIN – Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menyentuh bisnis ponsel. Betapa tidak, kenaikan harga BBM juga membuat harga ponsel semakin terkerek. Menurut penuturan sejumlah pedagang ponsel, kenaikan harga ponsel berada dikisaran 10 persen.

Yusda, pemilik sebuah gerai ponsel di Banjarmasin tak menampik kenaikan harga ponsel tersebut. “Harga BBM naik, terpaksa kami juga menyesuaikan harga jual ponsel. Ponsel stok lama bahkan mau tak mau juga harus dinaikan harga jualnya supaya modal kami tidak tergerus,” ujarnya.

Yusda mencontohkan harga ponsel merk Samsung yang berada di kisaran Rp2,5 jutaan per unit, kini dijualnya mulai Rp2,8 juta hingga Rp3 jutaan per unit. “Kalau yang lebih canggih, tentu harganya lebih mahal. Saya naikkan sampai 10 persen dari harga awal,” paparnya.

Selain ponsel, kenaikan harga juga diterapkan pada aksesoris ponsel. Misalnya, headset yang tadinya berada di kisaran Rp15 ribuan per unit, menjadi Rp20 ribuan per unit.

FAVE-HOTEL-NACHOS

Softcase silikon mulai Rp12 ribuan, kini naik jadi Rp18 ribuan per unit. “Kenaikan harga ini cukup berdampak terhadap angka penjualan ke konsumen. Namun, saya optimistis konsumen bisa mengerti dengan kondisi ini,” urainya.

Di sisi lain, Diah, salah satu warga Banjarmasin menyatakan harus mengurungkan niat membeli ponsel baru. “Sekarang harga BBM naik, jadi pengeluaran juga lebih besar. Untuk sementara, beli ponsel baru ditunda dulu, lebih prioritas beli kebutuhan pokok dulu,” tuturnya.(oza)

Leave a Comment