Harga PS5 Loncat, HP dan Laptop di Indonesia Juga Ikut Naik?

Jakarta, CNBC Indonesia – Sony memutuskan menaikkan harga Playstation 5 di tengah ekonomi yang tidak menentu saat ini. Lalu bagaimana nasib perangkat lain seperti smartphone dan laptop?

Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst IDC Indonesia mengatakan tren kenaikan harga smartphone terlihat pada pasar. Adanya peningkatan harga komponen disebabkan oleh beberapa alasan yakni pasokan tersendat, kenaikan harga bahan bakar, inflasi, nilai tukar, kenaikan pajak nilai, serta faktor ekonomi global lain.

Dia juga menjelaskan untuk peningkatan average selling price (ASP), harus mempertimbangkan strategi vendor. Misalnya peningkatan fokus ke 5G dan segmen harga lebih tinggi.

“Misalnya, kami melihat ada pertumbuhan yang lebih cepat di segmen harga di atas US$200 dolar, sebab vendor merilis lebih banyak pada kisaran harga tersebut dengan juga mempertahankan [harga] segmen bawah,” jelasnya dalam keterangannya dikutip Selasa (30/8/2022).

“Fokus segmen bisa berasal dari konsmen yang meminta fitur lebih baik [seperti penyimpanan lebih tinggi] yang menguntungkan vendor meningkatkan fokus pada harga lebih tinggi dan jauh dari segmen low-end.

Inilah, menurut Vanessa yang membuat harga rata-rata ponsel yang dijual di RI secara keseluruhan meningkat. Dengan perangkat 5G makin banyak, harga relatif lebih mahal dari HP 4G.

Vendor memutuskan tidak menaikkan harga pada beberapa model yang ada karena menghindari lebih banyak tekanan pada konsumen, yang telah tertekan sebelumnya. Sementara itu, koreksi harga terjadi pada beberapa komponen seperti layar dan memori.

“Karena harga beberapa komponen mulai menurun, penurunan harga mungkin akan diteruskan beberapa kuartal berikutnya,” kata Vanessa.

Bagaimana Harga Laptop?

Stallone Hangewa, Senior Market Analyst IDC Indonesia mengatakan harga notebook kemungkinan meningkat pada paruh kedua 2022. Ini terjadi disebabkan karena menghadapi kenaikan biaya komponen perangkat.

Kontribusi kenaikan harga juga terjadi karena adanya tekanan rantai pasokan yang makin meningkat karena lockdown Covid-19 di China yang meluas. Stallone menjelaskan kenaikan harga bervariasi.

“Tingkat kenaikan harga akan bervariasi tergantung pada vendor dan tergantung pada lini produk itu sendiri. Karena pada akhirnya vendor memiliki keputusan akhir soal berapa kenaikan harga produk,” kata Stallone.

Selain notebook, harga perangkat print juga naik. Market Analyst IDC Indonesia, Rino Rivaldi mengatakan juga kenaikan bervariasi pada vendor serta lini produk itu sendiri.

Kenaikan harga percetakan kantor terjadi karena biaya produksi yang juga mengalami kenaikan. Namun, dia menuturkan ASP Q2-2022 mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Hari Raya dan Ramadan menyebabkan permintaan percetakan perkantoran melambat karena pergeseran prioritas pengeluaran. Dengan pulihnya permintaan pasar di 2H22, tren kenaikan di harga akan terus berlanjut di pasar percetakan kantor,” jelas Rino.

[Gambas:Video CNBC]

(dem)


Leave a Comment